Medan, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Dr. Muchti Yuda Pratama, S.Psi, M.Kes dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam I/Bukit Barisan. Dosen tersebut berhasil meraih dua prestasi sekaligus dalam ajang tingkat nasional yang diselenggarakan oleh College Collaboration pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Dalam ajang tersebut, Dr. Muchti Yuda Pratama, S.Psi, M.Kes berhasil meraih Juara 1 Perlombaan Seni Suara Tingkat Nasional Kategori Dosen. Tidak hanya itu, pada kompetisi Public Speaking Tingkat Nasional Kategori Dosen, ia juga berhasil meraih Juara 2.
Dua penghargaan tersebut menjadi capaian yang membanggakan karena menunjukkan kemampuan dosen tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan komunikasi, seni, kreativitas, dan kemampuan tampil di hadapan publik.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh College Collaboration, sebuah penyelenggara event dan perlombaan tingkat nasional yang berbasis di Bandung Provinsi Jawa Barat tersebut mengusung tema “Berani Bicara, Berkarya, dan Berdampak”. Tema tersebut sejalan dengan pentingnya peran dosen sebagai insan akademik yang tidak hanya dituntut memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif serta memberikan inspirasi dan dampak positif bagi masyarakat.
Prestasi di bidang public speaking menjadi salah satu bukti kemampuan komunikasi yang dimiliki Dr. Muchti Yuda Pratama. Sementara itu, keberhasilan meraih Juara 1 Seni Suara menunjukkan adanya kemampuan dan kreativitas di bidang seni yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari kompetensi personal seorang akademisi.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika STIKes Kesdam I/Bukit Barisan untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, serta menghasilkan prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non akademik.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat semangat untuk terus menghadirkan sosok dosen yang kompeten, komunikatif, kreatif, inspiratif, dan mampu memberikan dampak positif, sesuai dengan semangat “Berani Bicara, Berkarya, dan Berdampak.”
Dua prestasi dalam satu ajang menjadi bukti bahwa seorang akademisi dapat terus berkarya melampaui ruang kelas untuk berprestasi, menginspirasi, dan memberikan dampak.