Kolaborasi Indonesia–Malaysia Perkuat Literasi Digital dan AI bagi Guru dan Siswa di Binjai

Kolaborasi Indonesia–Malaysia Perkuat Literasi Digital dan AI bagi Guru dan Siswa di Binjai

Kegiatan pengabdian internasional bertema Enhancing Digital and AI Literacy for Youth and Educators Through International Community Service Collaboration digelar di Yayasan Istana Hati Kita, Kota Binjai, Sumatera Utara. Program ini diselenggarakan oleh Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia bekerja sama dengan ADA Research Center sebagai bagian dari penguatan kapasitas digital generasi muda dan tenaga pendidik. Kegiatan berlangsung di Jl. AR. Hakim No. 66-D, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, mulai pukul 10.00 waktu setempat. Acara ini dihadiri oleh guru dan murid sebagai sasaran utama dari program pengabdian tersebut. Kolaborasi lintas negara ini melibatkan perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia. Fokus utama kegiatan diarahkan pada peningkatan pemahaman praktis tentang teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Pengabdian internasional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi S.Sos., SH., MKn. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap agenda literasi digital berbasis komunitas. Turut hadir Direktur ADA Research Center Dr. Suginam, S.E., M.Ak. yang menjadi salah satu penggerak utama kegiatan. Ketua Yayasan Istana Hati Kita Suwardiyamsyah, M.Ag. juga mengikuti rangkaian pembukaan acara. Para tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi memenuhi ruang kegiatan sejak pagi hari. Situasi ini mencerminkan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lokal.

Sejumlah akademisi dari dalam dan luar negeri hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Prof. Ts. Sobihatun Nur Abdul Salam, Assoc. Prof. Dr. Azliza Othman, Puan Aeni Zuhanab Saidin, Ts. Dr. Azliza Othman dari Universiti Utara Malaysia dan  dari universitas yang sama menjadi perwakilan Malaysia. Dari Indonesia hadir Prof. Hj. Emmy Erwina, M.A. dari Universitas Harapan Medan. Narasumber lainnya adalah Dr. Wardayani, S.E., M.Si. dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan. Dr. David JM Sembiring, M.Kom. dari Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia turut memberikan paparan. Prof. Dr. Fajar Pasaribu, S.E., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Dodi Siregar, M.Kom. dari Universitas Harapan Medan melengkapi jajaran pemateri dalam sesi edukasi.

Materi yang disampaikan berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam konteks pendidikan. Para narasumber menjelaskan bagaimana AI dapat mendukung proses belajar mengajar secara lebih efektif. Guru dan murid diberikan contoh aplikasi yang dapat meningkatkan kreativitas serta produktivitas belajar. Diskusi juga membahas tantangan etika dan keamanan dalam penggunaan teknologi digital. Pendekatan yang digunakan bersifat praktis dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan peserta. Hal ini membuat materi lebih mudah dipahami oleh komunitas sekolah yang menjadi sasaran utama.

Keterlibatan berbagai perguruan tinggi memperkuat kualitas dan jangkauan program pengabdian ini. Dari Indonesia, kegiatan ini melibatkan Universitas Harapan Medan, STIM Sukma Medan, Politeknik Cendana, Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan Universitas Islam Sumatera Utara. Dari Malaysia, Universiti Utara Malaysia turut berperan sebagai mitra internasional. Kolaborasi ini mencerminkan semangat pertukaran pengetahuan lintas negara. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi penyedia materi tetapi juga pendamping komunitas. Model kerja sama ini dinilai efektif untuk mempercepat transfer keahlian digital.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan kerja sama antara Yayasan Istana Hati Kita dan sejumlah perguruan tinggi. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program penguatan literasi digital. Kerja sama ini membuka peluang pendampingan jangka panjang bagi guru dan murid. Selain itu, yayasan akan mendapat akses lebih luas terhadap sumber daya akademik. Perguruan tinggi juga memperoleh ruang pengabdian yang nyata di tengah masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Direktur ADA Research Center Dr. Suginam menekankan pentingnya pengabdian berbasis kebutuhan komunitas. Menurutnya, literasi digital dan AI harus diperkenalkan sejak dini agar generasi muda siap menghadapi perubahan teknologi. Ia juga menilai keterlibatan pendidik menjadi kunci keberhasilan transformasi tersebut. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan antara sekolah dan perkembangan teknologi global. Pendekatan kolaboratif lintas negara memberikan perspektif yang lebih luas. Hal ini memperkaya proses pembelajaran bagi peserta.

Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dukungan akademisi dari dalam dan luar negeri dianggap sebagai nilai tambah yang strategis. Pemerintah kota berharap program semacam ini dapat diperluas ke sekolah lain di Binjai. Literasi digital dinilai sebagai modal penting bagi daya saing daerah. Oleh karena itu, kemitraan dengan perguruan tinggi akan terus didorong.

Melalui pengabdian internasional ini, guru dan murid Yayasan Istana Hati Kita memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan era digital. Interaksi langsung dengan para pakar membuka wawasan baru tentang penggunaan teknologi secara produktif. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa kolaborasi lintas negara dapat berjalan efektif di tingkat komunitas. Dengan adanya kerja sama formal yang ditandatangani, keberlanjutan program menjadi lebih terjamin. Model pengabdian seperti ini berpotensi direplikasi di wilayah lain. Inisiatif ini menegaskan bahwa literasi digital dan AI adalah investasi penting bagi masa depan pendidikan Indonesia (m3).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *